Jumat, 20 November 2015

Karangan

Karangan

Ø    Pengertian karangan
Pengertian karangan dalam kamus yaitu hasil mengarang, tulisan, cerita pendek, buah pena (depdikbud 1995 : 445). Sebelum penulis mengemukakan pengertian karangan menurut para pakar bahasa yang lain, terlebih dahulu penulis akan mengemukakan pengertian mengarang “Merangkai, menyusun secara cermat buah pikiran kedalam bentuk tulisan beruntun dan teratur tentang suatu masalah. Istilah lain yang sering digunakan adalah menulis” (Syamsudin 1994 : 2).
Jadi atau Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Atau rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

Ø Macam-macam, ciri-ciri dan contoh dari masing-masing macam Karangan
Macam macam karangan dibagi menjadi
1.     Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan itu.

 Ciri-ciri Karangan Narasi
·         Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
·         Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
·          Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
·          Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci     
Karangan narasi dibagi menjadi dua bentuk , yaitu narasi sugestif dan narasi ekspositoris.
a.    Narasi Sugestif merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajikan sedemikian rupa sehingga merangsang daya khayal para pembaca. Menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif. Narasi  sugestif berupa wacana fiktif seperti dongeng, cerpen, novel, dan roman.
b.     Ekspositoris adalah bentuk karangan yang sebaliknya dari karangan narasi sugestif. Narasi   ekspositoris bersifat nonfiktif yang disajikan dengan bahasa denotatif dan tujuan utama bukan   menimbulkan daya imajinasi, melainkan menambah pengetahuan pembaca dengan pemaparan yang rasional. Narasi ekspositoris seperti sejarah, biografi, dan autobiografi.

2.    Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah bentuk tulisan yang melukiskan objek yang sebenarnya dengan tujuan untuk memperluas

Ciri-ciri Karangan Deskripsi:
·         Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
·         Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
·          Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapatberupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
·         Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis

3.     Karangan Eksposisi 
 Karangan eksposisi  adalah bentuk karangan yang memaparkan atau memberitahukan suatu informasi kepada   pembaca dengan tujuan memperluas wawasan pembaca tanpa ada pemaksaan.

 Ciri-ciri Karangan Eksposisi:
·         Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
·         Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
·         Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
·         Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
·         Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu
Contoh karangan eksposisi di dalam media massa seperti pembentukan informasi terkini, tips, dan opini. 

4.    Karangan Persuasi
 Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca.
Ciri-ciri Karangan Persuasi:
·         Terdapat himbauan atau ajakan
·         Berusaha mempengaruhi pembaca
 Contoh : Persuasi iklan, persuasi politik, persuasi pendidikan.

5.    Karangan Argumentasi
 Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.
 Ciri-ciri Karangan Argumentasi:
·         Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
·          Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
·         Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
·         Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
·          Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

Ø BENTUK-BENTUK KARANGAN
1.     Karangan Ilmia
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Contoh dari karangan ilmiah itu sendiri, yaitu: Laporan Penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi, Surat Pembaca, Laporan Kasus, Laporan Tinjauan, Resensi, Monograf, Referat, Kabilitasi.

2.    Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Contoh dari karangan non ilmiah itu sendiri, yaitu: Dongeng, Cerpen, Novel, Drama, Roman.

3.    Karangan Semi Ilmiah
Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam karya tulis ini.
Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar